Blogs

MUSUH BERSAMA KITA ADALAH KADRUN {OUR COMMON ENEMY IS KADRUN}

New Picture 13

Kadrun Amerika

FacebookTwitterLinkedInShare
 

Sejak Trump mulai terdengar sebagai salah satu kandidat presiden dari Partai Republik pada pemilu 2016 seketika berita-berita yang menyudutkan Trump mulai disebar di media negeri ini. Pertama kali aku membacanya di Detik.com. Saat itu kita baru selesai pemilu 2014 yang menghasilkan hantu “politik identitas” yang dilakukan oleh kubu Prabowo. Politik identitas adalah luka bagi patriot yang tidak pernah bisa dilupakan dalam sejarah Indonesia yang kemudian masih diteruskan oleh kadrun lagi pada Pilkada Jakarta 2017 yang menjungkalkan Ahok ke penjara.

Pemilu di Amerika terjepit di antara dua trauma “politik identitas” Indonesia. Berita-berita tentang Trump adalah Prabowo-nya Amerika dan politik identitas yang dilekatkan kepada Trump terus-menerus dihajar ke dalam kepala kita. Sebagai nasionalis yang sudah trauma dengan politik identitas serta-merta menelan habis-habis berita itu tanpa menyelidikinya dan lagipula sangat tidak mungkin menyelidiki suatu hal tanpa ada kepentingan.

Singkat cerita selama 4 tahun hoax itu bersarang di dalam pikiranku bahwa Trump itu bejat, jahat, setan dan kadrun Amerika. Citra buruk terhadap Trump dalam diriku semakin menguat karena aku lebih suka dengan pemimpin yang bisa mempertahankan perkawinannya sementara Trump dalam hal ini gagal kunilai terlepas urusan domestik dia yang tidak perlu aku ketahui. Suatu hari di dalam sebuah chat grup alumni ada seorang kawan yang sudah tinggal di Amerika celetuk bahwa dia adalah Republikan. Sontak aku kaget! Bukankah dia orang gereja yang religious kok dukung kadrun? Dia memuji Trump katanya Trump sangat mencintai negerinya dan ekonomi Amerika maju di tangan Trump. Kelompok kecil UKM berkembang. Saat itu aku yakin sekali mayoritas anggota grup ga suka dengan Trump semua dan tak ada satupun kawan yang berusaha untuk membahas itu lebih jauh. Intinya semua terperangah.

Sejak saat itu mataku terbuka selama ini aku telah tertipu!

Maka sekarang bisa aku sampaikan bahwa populasi manusia Indonesia yang menolak Trump adalah senilai dengan 55% pendukung Jokowi. Jika kita tambah Malaysia, Pakistan, Brunei, Singapore dan semua negara yang konsumsi hoax akan jadi jumlah yang sangat luar biasa, betapa besar penolakan yang mereka ciptakan untuk Trump. Ingat kamu di sana aku di sini tetapi kita berada di satu planet terhubung yang saling nge-ping; Jadi apa yang kupikirkan buruk tentang Trump yang mempunyai kepentingan akan mendapat untung dan rugi langsung dan tidak langsung, lambat atau cepat.

Dalam hal ini media seperti Detik.com, CNN telah berhasil membangun kebejatan dalam pikiran kita dengan sempurna selama 4 tahun! Bayangi aku sampai takut salah dan butuh pertimbangan 4 bulan untuk bisa menyatakan isi hatiku yang positif untuk Trump lantaran hoax itu begitu kuat menempel pada pikiranku.

Setelah kejadian chat itu kira-kira Amerika sedang masa kampanye pemilu 2020 pikiranku terus terganggu berbulan-bulan, seperti ada yang terus mengedor hatiku untuk mencari kebenaran hingga pada akhirnya pas pemilu Amerika berlangsung aku mulai melakukan pencarian secara serius hampir setiap malam dan hasil investigasiku itu telah aku sampaikan pada tulisan sebelum ini.

Menurutku yang sedang terjadi sebenarnya terkait urusan politik identitas itu yaitu Trump sebenarnya sedang berusaha menghabisi kadrun sejak pertama ia menjabat dengan sangat serious maka dibuatlah hoax bahwa Trump memakai politik identitas. Aku dengan cepat bisa menebak siapa kelompok yang dimaksud kalau bukan kelompok Islam fanatik yang telah menjadi WN sana. Hal ini sejalan dengan slogan Trump dan Republik: “Make America Great Again”. Nah, bila kau tahu Jokowi juga sedang berupaya memberangus kadrun maka kita akan dikatakan sakit jiwa bila mendukung Jokowi namun menolak Trump untuk upaya yang sama.

Slogan “Make America Great Again” mengandung harapan 50% Republikan yang sudah sangat gerah dengan kondisi Amerika, Amerika itu sedang sakit, Amerika sedang diambang kehancuran seiring berkembangnya kadrun di Amerika. Kadrun ya tetap kadrun, seragam dan metoda saja beda antara Indonesia dan Amerika tetapi mereka itu tersatukan oleh dogma ajaran kitab suci mereka.

Aku melihat mereka seperti FPI yang ‘dipelihara’ Demokrat, Para kadrun ini bisa jadi sengaja bergabung dalam kelompok Antifa dan BLM itu. Bentuk kekerasanya seperti kriminalitas tetapi agendanya adalah sariah. Beredar video tukang demo yang merusak Capitol adalah anggota Antifa yang sengaja menyusup untuk semakin menekan Trump keluar dari gedung putih.

Amerika sedang terus-menerus digoyang untuk memberlakukan hukum Sariah. Para kadrun plus sekular goblok sedang melawan nasionalis, para nasionalis menurutku adalah Republik. Jadi slogan ini sangat relevan untuk sebuah ancaman yang mereka rasakan sebagai native kulit putih yang mayoritas adalah Republican.

Lucunya hoax yang beredar tidak sinkron, di Amerika Trump dicemooh karena terus mengatakan pemilu curang sejak 2016 sedangkan di Indonesia beredar keras Trumplah yang dituduh curang, hoax ini lebih untuk mendekatkan ke mentalitas Prabowo dan kadrun sehingga penolak khilafah semakin membenci Trump.

Aku harap kalian mulai mendapat benang merah “kotoran” yang telah dimasukan ke dalam pikiranmu sejak 4 tahun lalu hingga detik ini. Hanya ada satu cara yang paling ampuh menghentikan kotoran adalah memblok mereka masuk ke dalam diri kita seperti yang telah aku lakukan.

 

PENTING! SEMUA INFORMASI SITUS DILINDUNGI UU. LIHAT SYARAT & KETENTUAN PEMAKAIAN