Blogs

DATABASE YANG PALING LAYAK ADALAH SUARA HATI {THE MOST WORTHY DATABASE IS THE VOICE OF OUR HEART}

New Picture 11

Trump & USA

FacebookTwitterLinkedInShare
 

Bilamana kau membenci Trump maka aku mendukungnya. Jika kau tetap membencinya aku tetap mendukungnya! Soalnya ini kata hatiku! Aku menulis apa yang dikatakan hatiku.

Kualitas ‘kata hati atas dukungan ini kurasakan masih sama ketika kuberikan dukungan kepada Jokowi dan Ahok yang kuanggap orang-orang yang punya kehendak baik untuk membangun negeri. Dalam konteks ini Trump kuanggap lebih tulus dibandingkan Biden. Hal ini dapat aku rasakan dari pancaran kedua mata mereka.

Hampir 3 bulan aku merenung apakah akan menjadikan buah pemikiran ini dalam sebuah tulisan? Selama 3 bulan ini aku terus gelisah antara iya-tidak, perlu-tidak perlu, dan tepat-kurang tepat pemikiranku ini apalagi untuk konsumsi umum tetapi kejadian di Capitol Washington DC semalam telah mendesakku untuk segera menulis!

Aku sebagai penulis yang berjuang membangun perimbangan pikiran sangat hati-hati agar tulisanku tidak mempunyai celah propaganda apalagi dijadikan alat menghancurkan. Tujuanku selalu dan selalu untuk membangun pikiran yang lurus atas apa yang kupikir itu bengkok maka sebelum itu pikirkanku harus lurus terlebih dahulu bukan?

Tentu ada harga yang mau aku bayar untuk itu. Dalam kasus ini aku melakukan penyelidikan kecil lewat video-video di YT setiap malam selama 2 bulan lebih bersamaan dimulai pemilu Amerika. Mungkin sudah ratusan video aku pelajari dari kedua belah kubu dengan berbagai preferensi.

Dari hasil penelitianku itu aku merumuskan bahwa hatiku untuk Trump. Aku lebih membela Trump dibandingkan Biden, aku lebih merasakan ada ‘agenda tersembunyi’ dibalik Biden. Bahkan justru keyakinanku semakin meningkat tak kala Biden telah ditetapkan sebagai pemenang dan paling penting adalah karena aku ada di dalam gelombang informasi yang begitu mengerikan untuk menghancurkan nama Trump sampai detik ini namun hatiku tidak bergetar sedikit pun, tulisan ini adalah taruhan integritasku. Bukan hanya karena chaos kemarin semua media social raksasa memblok Trump seperti FB, Instagram dan Twitter, semua media besar adalah musuh Trump. Jadi soal Trump dan supporternya diblok sudah basi aku tonton. Media besar seperti Fox News, CNN, CBNC, Aljaeera, 4 atau BBC kulihat tidak mampu menjadi media papan atas yang terhormat. Kayaknya tidak ada satu pun berita baik atau setidaknya netral yang aku temukan untuk Trump. Wajar jadi aku bertanya-tanya siapa yang sedang mencari keuntungan selain Biden, siapa pemodal dibalik itu? Menurutku sesungguhnya Biden memenangkan para pebisnis bukan rakyatnya. Jadi aku melihat Trump sedang berusaha menyelamatkan negaranya sedangkan Biden berusaha menjual negaranya.

Sungguh, media dimanapun tidak boleh lagi dijadikan rujukan. Maka bertumbuhlah channel-channel menyuarkan isi hati mereka, mereka amatir tetapi bisa menyentuh hati bila hatimu lurus. Aku mempercayai laporan kecurangan itu nyata dan masif namun kembali lagi mereka hidup di atas platform yang membenci Trump, mereka terjungkal juga.

Di Linkedin para CEO berbondong-bondong berusaha menendang Trump atas kejadian itu, noraknya mereka dijadikan satu ringkasan link, seperti akun @MelindaGates Melinda Gates yang terang-terangan menuduh katanya, “Saya akan selalu ingat bagaimana serangan di Capitol berawal; karena dihasut oleh presiden mereka sendiri“. Bagaimana mungkin orang sekelas dia tidak bisa mengerti bahwa rakyat itu punya pikirannya sendiri, punya perjuangannya sendiri, punya masalahnya sendiri terhadap apa yang mereka saksikan, Trump atau pemimpin hanyalah jalan bagi mereka untuk menyalurkan itu. Mengapa ia tidak berusaha mencari akar masalah. Andaikan kalau dia sesat maka dia telah menyesatkan 5,6 juta pengikutnya.

Tentang media di Indonesia jangan harap setetes pun akan perimbangan dan harga diri. Aku bersyukur sudah bisa lepas dari media-media yang mengotori pikiran seperti Detik.com, CNN, duh apalagi Republika. Dulu sehari kalau tidak buka detik.com rasanya ada yang kurang, Republika amit jabang bayi ga pernah, sekarang sebulan belum tentu buka detik.com. Media-media ini adalah musuh Trump di dalam negeri ini. Aku yakin mungkin hampir di semua negara dunia punya corong khusus membentuk citra buruk Trump. Terkait ini aku akan membuatnya jadi satu tulisan tersendiri dan mengorek apa kepentingan Indonesia, adakah kepentingan lain selain agama?

Dari tulisan ini ada suatu hal penting yang mau aku sampaikan bahwa sesuatu yang berasal dari “kekuatan yang sangat besar” itu hanya ada dua kemungkinan, yaitu itu berasal dari ‘surga’ atau ‘neraka’, dalam terminologi politik pemilu mungkin antara yang tulus membangun dan yang punya agenda tersembunyi. Agenda tersembunyi hanya akan dipercaya ketika itu sudah terjadi tetapi rakyat kecil yang polos yang masih memelihara hatinya secara baik mampu melihat vision ini. Haduh, orang bisnis mana ada waktu menyelidiki isi hatinya! Otak mereka sudah tidak natural.

Logika pada besarnya gelombang dukungan kepada Biden dari para raksasa platform dan billionaire yang berbanding lurus dengan besarnya dukungan dari rakyat jelata untuk Trump harusnya membuat kita semua ngeri, bukan hanya rakyat Amerika tetapi warga dunia. Amerika masih menjadi barometer soal hak asasi manusia walau sekarang ternodai. Ada apa dibalik itu? Apakah semua pendukung Trump keliru menentukan hati nurani atau sebaliknya pendukung Biden yang telah kehilangan akal sehat? Sejelek-jeleknya Trump di mata demokrat dan di dunia untuk apa yang mereka ciptakan Trump tetap mendapat suara yang sangat signifikan, hanya beda tipis, mungkin tak sampai 1%. Trump sepertinya tidak berhasil di MK, lalu sempat terlintas dalam pikiranku apakah MK Amerika masih steril atau sudah seperti negeri 62 ini ga ya?

Jadi, seperti mencium bau busuk, ada yang sedang dibengkokkan! Tidak mungkin tidak ada usaha Biden wajib dimenangkan menurutku. Sejauh ini benar atau tidak kukira Amerika telah kehilangan pamor sebagai contoh demokrasi di dunia. Aku sebagai orang asing tidak percaya Biden bisa menang tanpa cacat.

Andai aku diwawancara sebagai orang asing apa pendapatku atas kemenangan Biden maka jawabanku “NGERI”. Jujur sekarang aku merasa lebih waspada dan tidak aman bila Amerika diawaki Biden.

Tulisanku terkait Trump & Amerika masih ada lanjutannya. Ditunggu aja.

 

PENTING! SEMUA INFORMASI SITUS DILINDUNGI UU. LIHAT SYARAT & KETENTUAN PEMAKAIAN