Blogs

PENDEWASAAN LAHIR DARI PROSES (MATURITY WAS BORN BY THE PROCESS}

Blog by Giharu

Agak Padat

FacebookTwitterLinkedInShare
 

Wanita berseragam, bertubuh padat dan berkulit gelap masuk ke ruangan setelah rapat berjalan 20 menit. Terpaksa mengulang dan mulai mempercepat presentasi setelah diberi ‘skak perdana’ olehnya. Aku sedang mencari dukungan pembangunan irigasi Candi Air Sobobanyu. Baru mendengar beberapa menit penjelasanku, wanita padat seperti cacing kepanasan. Skak kedua segera dilempar. Ia langsung mengeluarkan pisau dari mulutnya ‘memotong’ presentasiku seperti mau mencincang daging babi saja padahal di dalam ruangan ada peserta rapat yang posisinya lebih tinggi dan duduk kalem mendengar. Gaya bicaranya seperti mahasiswa abadi yang suka demo itu. Langsung saja pada pokok permasalahan! Maksudnya apa dan maunya apa celetuknya.

Aku berusaha menambah kecepatan lagi dan melewatkan beberapa poin presentasi demi meladeni nafsunya yang besar. Seingatku baru selembar slide diputar sejak skak kedua ia sudah mengambil ancang-ancang kabur katanya sudah ditunggu nanti ketinggalan. Oh, rupanya itu permasalahannya kataku dalam hati.

Aku sambil terbengong melihat bayangannya yang agak padat hilang di balik pintu. Ruang rapat seolah jadi normal kembali. Orang-orang kayak begini biasanya lebih vokal dan moncer di tengah pergaulan dan mampu mematikan niat baik dalam komunitas.

Banyak yang tidak tahan berada dalam proses karena mau hasil yang cepat tetapi canggihnya mereka berani membangun konklusi dari data yang sepotong-potong namun tidak berani mengambil risiko dari keterlibatan yang lebih dalam. Terlibat dalam proses sering melibatkan penyertaan emosi sekalian dan kadang tak sengaja tercolek borok dan luka lama. Ikut dalam proses itu melelahkan dan menyakitkan tetapi menjanjikan pertumbuhan.

Manusia modern adalah korban dari percepatan dunia yang diperbudak oleh hasil. Hasil selalu dianggap satu-satunya, dunia akhirat dari segala upaya manusia sedangkan inti dari pembangunan adalah proses itu sendiri.

Orang-orang yang hidup dari proses akan meletakkan landasan untuk masa depan sedangkan orang-orang yang hidup dari hasil hanyalah pemakai. Coba kita lihat barang-barang yang kita pakai kini bukankah sebagian besar adalah jerih payah karena mau berproses. Kita bersyukur karena berkat usaha keras orang tua, guru, mentor, pahlawan kita bisa menikmati banyak kemudahan.

Dan mekarlah bunga-bunga…Namun tak bisa dipungkiri ada banyak pihak termasuk tim mengganggap sebelah mata program Sobobanyu. Dari menghabiskan waktu sampai skeptis tentang perwujudannya padahal datang rapat saja belum pernah, waktu yang sebelah manakah telah terpakai kawan?

Dunia akan banyak dihuni manusia lumpuh dan mati kalau banyak orang tua tidak membiarkan dan memberikan dukungan kepada bayi untuk belajar berjalan, bertumbuh dan menjadi dewasa: perkembangan menjadi tidak normal karena banyak proses dilangkahi.

Proses lebih penting dari hasil. Proses itu mahal dan tidak bisa diulang, karena waktu memiliki pemenangnya sendiri. Kalau terpaksa diulang maka akan menyerupai rekonstruksi suatu masalah—keaslian tidak bisa hadir kebenaran hanya diraba.

 

PENTING! SEMUA INFORMASI SITUS DILINDUNGI UU. LIHAT SYARAT & KETENTUAN PEMAKAIAN

credit image: pixabay

  1. Sozialy
    Sozialy08-07-2017

    Hello to every one, the contents existing at this web site are genuinely amazing for people knowledge, well,
    keep up the good work fellows.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.