Blogs

APAKAH SESEORANG DAPAT MELEPASKAN YANG TERBAIK JIKA TELAH PUNYA PERBANDINGAN YANG BURUK? {DOES ONE CAN LEAVE 'THE BEST' IF HAS THE BAD COMPARISON?}

Post Non

Dia Telah Bebas

FacebookTwitterLinkedInShare
 

Sempat terpikir seandainya daku tidak memiliki akun-medsos akan seperti apa ya hidupku? Hmnn, gila juga ya aku ternyata pernah mengatakan kepada kawanku dunia seperti berhenti ketika FB-ku down. Kacau juga ada orang seperti diriku kok bisa omong begitu.

Akhirnya terpaksa kukatakan kepadamu apa adanya, ini serius bahwa medsos itu menambah daftar penderitaanku. Tak terasa, sebagian hidupku telah kuhabiskan bersama medsos selama 6 tahun terhitung FB, medsos-ku pertama. Kalau aku bukan penulis mungkin sampai hari ini aku tidak butuh medsos, bisa jadi aku sudah lebih banyak bahagia dan tidak perlu ambil pusing dengan semua tetek-bengeknya.

Aku mau cerita sedikit kepadamu, jadi kawanku itu setelah ia merayakan 6 kali ulang tahun di dinding FB-nya, ia pun tiba-tiba tidak bisa ditemukan. Setelah mencari tahu kepada seorang kawan yang lain, katanya FB-nya di nonaktifkan. Pantasan sudah tidak pernah mendapat notifikasinya. Kukira kejadian itu terjadi beberapa bulan setelah ia merayakan ulang tahun ke-51.

Ia seorang duda asli. Jadi langsung kutembak apa die putus cinta lagi sehingga FB-nya jadi korban kataku kepada kawan yang kutanya itu, katanya pasti karena ada sesuatu.

Akunnya termasuk cukup sibuk. Kukira sampai hari ini banyak orang yang terus mengantri ingin berkawan dengannya dan berharap-harap sambil bertanya kok aku gak diterima ya tanpa tahu apa yang sedang terjadi. Sayang kuotanya sudah penuh 5000. Siapapun yang sedang ingin bersih-bersih akun dari kawan abal-abal, menyortir ulang 5000 orang bukanlah pekerjaannya yang mudah. Butuh waktu yang tidak sedikit. Kita ingat mungkin dulu saat sedang hot-nya mempunyai akun di awal-awal seperti menyambar jemuran yang kehujanan menerima dan menambah kawan tanpa memperhatikan lagi latar belakangnya. Aku dulu juga pernah begitu tetapi untung akunku itu sudah tewas.

Boleh dikata aku orang yang konsisten jarang memberi like, tetapi perhatian pada karya yang memukau jiwa termasuk tulisannya aku apresiasi betul. Setiap statusnya di FB selalu kubaca dan termasuk selama 6 kali ulang tahun dan semua hadiah maya yang ia terima aku pasti juga tahu. Aku juga konsisten tidak pernah memberi selamat ulang tahun kepadanya.

Hiburan yang telah ia terima pasti sangat melebihi diriku, ibarat kata dia dapat satu danau aku seperdelapan cangkir. Ia orang yang cukup dikenallah dan ada di lingkaran A1 mungkin. Kuyakin ia juga telah banyak memperoleh dari medsos seperti relasi bisnis dan kerja. Dukungan kawan-kawannya mengalir dengan tulus, mengikuti setiap peristiwa perjalanan hidupnya selama 6 tahun; jadi dari urusan anjingnya yang mati, rasa empati yang ia tunjukkan kepada anaknya, kuburan neneknya yang akhirnya ditemukan, bapaknya yang dipanggil Tuhan lalu disusul ibunya beberapa tahun kemudian, semangatnya, kesedihannya, harapannya, dedikasinya untuk negeri, cita-citanya dan kecintaanya pada dunia tarik suara dan juga sedikit tentang obsesi cintanya yang kandas di tengah jala; semua mendapat reaksi tulus dari kawan-kawannya, tetapi mengapa ia menonaktifkan FB?

Karena ada sesuatu. Aku menulis kisah ini bukan untuk menunjukkan sesuatu seperti aku sangat terpukul, atau kaget. Hmn aku apa ya..? Hmn…mungkin inilah reaksiku; bayangkan saja ini suatu jempol raksasa yang tidak mungkin dilakukan oleh siapa pun dan kujamin tidak ada duanya. Jadi menurutmu ia kawan istimewakah? Ia memang orang istimewa yang pernah dilahirkan bangsa ini dengan bertabur begitu banyak talenta dan niat baik. Dia memakai FB sepertinya sudah belasan tahun, aduh…mengapa aku jadi tiba-tiba ingin memberinya jempol, mana dindingnya, aku cari-cari sudah tidak bisa ditemukan… (aku menyesal! Dasar ngelawak). Begitulah instingku kadang memberitahu kami ini sesekali suka saling sindir lewat masing-masing status tanpa ada reaksi…heee.

Dia telah bebas bukan terbebas sementara di masalah diriku lebih rumit sedikit karena aku punya kepentingan tetapi merasa tidak punya kepentingan. Jadi menurutmu, karena seseorang ada kepentingan maka ia telah kehilangan rasa bebas?

Anyway, selamat ya Bang menempuh hidup baru tanpa penderitaan medsos. Doakan aku yang masih mengembara di dunia maya agar bisa kembali ke alam nyata. Selalu yang terbaik untukmu. Bravo!

 

PENTING! SEMUA INFORMASI SITUS DILINDUNGI UU. LIHAT SYARAT & KETENTUAN PEMAKAIAN

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.