Blogs

KEGIATAN KOMPILASI BUKANLAH KEGIATAN SEPERTI MEMBUAT DAFTAR INVENTARISASI. KOMPILASI SEPERTI MEMETAKAN WAJAH DALAM SEBUAH KANVAS KEHIDUPAN

Media Kom

KNIH I

FacebookTwitterLinkedInShare
 

Jika sudah bisa menguasai gunung maka lautan dan samudara hanyalah tinggal satu kali kedip sudah ada dalam genggaman, daratan rendah, ladang tak usah didebat lagi karena pasti sudah menjadi bahan dagangan. Sumber daya alam sejak revolusi industri rajin dikeruk dan pada zaman hiper digitalisasi ini kekayaan intelektual dipastikan mengalami nasib yang serupa. Tak sampai satu generasi berganti, aktivitas eksploitasi SDA akan meninggalkan lubang luka yang tak bisa disembuhkan dan ironi eskplorasi kekayaan intelektual akan membuat manusia semakin tidak mengenal dirinya.

Karena gairah yang masih dibangun atas dasar “harus untung” akan mengungkit pepatah lama: ditemukan untuk dilupakan.

 
Proyek Kompilasi Nusantara
Kompilasi Nusantara adalah program yang sangat berbeda semangatnya, ajakan agar selalu memperkuat dari dalam ke luar; konteksnya masyarakat lokal yang daerahnya dieskpos adalah pihak pertama yang harus mengalami penghargaan atas daerah (unsur materi dan non materi) yang mereka miliki, mempertahankan yang luhur untuk masa depan yang berbudi dan berdaya tahan, itulah sejatinya diri yang autentik.

Tujuan terbesar dari cita-cita Kompilasi Nusantara Indonesia Hebat (KNIH) yang digagas YPG adalah menumbuhkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang telah hilang, memanggil yang pergi untuk pulang serta mengembalikan roh tanah kelahiran sebagai warisan yang harus dijaga untuk anak cucu.

Sudah dipastikan daerah-daerah kompilasi akan menjadi tempat pertama karya KNIH diletakkan dan lebih nyata lagi, rencananya sebagian hasil KNIH ini akan dibangun sebuah Wahana Membaca Menulis (WMM).

 
Wahana Membaca Menulis (WMM)
WMM adalah sebuah tempat yang mengintegrasikan konsep perpustakaan dengan kegiatan budaya dan sastra. YPG harap WMM bisa dijadikan motor membangun komunitas yang pro semesta, segala bentuk diskusi, dialog, temu bicara tentang sastra, budaya, ilmu pengetahuan, lingkungan, alam dan isu kemasyarakatan harusnya WMM menjadi andalan desa-desa. WMM mungkin adalah cita-cita “Balai Desa” yang lebih humanis dan cerdas.

WMM secara perlahan akan diarahkan menjadi tempat dari mereka untuk mereka dan oleh mereka namun secara managemen akan menginduk ke WMM pusat yang dikelola YPG. Lebih jauh tentang WMM.

 
Proyek Contoh
Mulai tanggal 24 Oktober 2014, Giharu bersama tim pendukung akan memulai proyek KNIH dengan mengambil lokasi di Sindoro Sumbing sebagai kompilasi pertama, kemudian secara simultan proyek kompilasi ini akan dilakukan juga untuk Gunung Bromo, Pegunungan Dieng dan Bulukerto Wonogiri.

Keempat kompilasi ini akan menjadi proyek contoh untuk Program KNIH Tahap Lanjutan yang akan disayembarakan untuk memunculkan penulis muda lokal nasionalis dari seluruh kabupaten nusantara.

 
Peluang Penulis Muda Lokal Nasionalis
Dalam waktu dekat Program KNIH Tahap Lanjutan akan dipublikasikan sampai ke desa-desa dan harapan yang terindah adalah munculnya penulis muda lokal nasionalis yang mendedikasikan hidupnya untuk ketahanan daerahnya masing-masing.

Informasi tentang Program KNIH Tahap 1 dapat dilihat di KNIH Tahap I klik image paling bawa dan tautan ini untuk informasi KNIH Tahap Lanjutan.

 

PENTING! INFORMASI SITUS DILINDUNGI UU. PELAJARI SYARAT & KETENTUAN PEMAKAIAN

Leave a Reply


5 + 2 =