Blogs

KALAU POLITIK TELAH MERAGUKAN KEMANUSIAAN LALU DIMANA LETAK KETAATAN PADA UU {IF THE POLITIC HAS DOUBTED THE HUMANITY, WHERE IS THE POINT OF OBEDIENCE IN THE LAW THEN}

Post Jkwdimana

Rangkul Ahok

FacebookTwitterLinkedInShare
 

Jokowi dimana? Pertanyaan itu yang selalu menghantui pendukung Ahok. Dulu Ahok dipenjara Jokowi diam karena desakan 212, setelah Ahok bebas Jokowi masih diam karena pengaruh orang-orang sekelilingnya yang takut ‘kue’ mereka terbagi ke Ahok. Isu Ahok mau kawini daun muda menjadi cantolan mereka. Kasihan Ahok…

Kalau Bapak Jokowi yang meminta Ahok menunda perkawinan demi bangsa ini sangat relevan sekali. Percaya, Ahok pasti akan manut kepada Jokowi karena Ahok sangat mencintai bangsa ini. Apa masih dibilang mencampuri urusan pribadi Ahok? Ngawur, giliran ingin Ahok menang semua urusan pribadinya diekspos habis-habis, kalau begitu usaha diam saat ini berarti mau kalah karena semua terjebak “ini urusan dapur orang”.

Kalau mau kalah omong saja sehingga semua pendukung tidak perlu ambil peduli.

Ahok hanya bisa dipisahkan dari Jokowi dan bangsa ini kecuali Ahok adalah Si Penjual Bakmi.

..dan kecuali Jokowi dan TKN TAKABUR, TERLALU NEKAT ambil risiko dan memang mau kalah di pilpres 2019 maka lupakan Ahok!!!!

Kalau Jokowi kalah maka PDIP yang paling pantas disalahkan karena isu perkawinan sengaja dihembuskan pertama kali oleh Pras kemudian disambut oleh Pak Djarot; gilak mereka sahut-sahutan bak membuat drama di media. Anehnya, setelah gosip menghancurkan pendukung mereka diam seribu bahasa dan mengatakan tanya langsung kepada Ahok karena ini persoalan pribadi.

Kalau ini soal pribadi kok dengar-dengar Pak Djarot yang menjadi mak comblang (mohon klarifikasi ke pendukung); mak comblang itu apa bukan mengurus urusan pribadi? Kalau tidak ada keanehan kau tangkap maka ada ketidakstabilan jiwa pada orang-orang politik, antara mereka mau menang, tetapi tindakan mereka menuju kekalahan; rakyat lagi sebagai korban. Tahu tidak, energi bangsa habis tidak karu-karuan dari sejak kasus Ahok sampai detik ini.

Pendukung Ahok kita hitung saja dari followers-nya di IG 3.5 juta. Kita anggap ‘pengikut kaleng’ 500K. Baik, anggap saja 2 juta pengikut Ahok yang tetap mantap akan pilih Jokowi, 1 juta yang telah patah hati berat dan semangat untuk ke TPS kita buat 50:50.

Dari itu semua, pernahkah diperhitungkan?:

    1) Jangkauan daya magis Ahok sampai kemana-mana. Bodoh kalau menegasikannya! Ketahuilah, Ahok itu seorang political entertainer yang sangat mengasyikan. Semarah-marahnya relawan tetap mau intip-intip IG-nya, padahal sudah unfollow. Sebenci-bencinya haters tetap rindu Ahok. Kalau jawabannya tidak tahu seberapa besar jangkauannya maka itu berarti tidak bisa diperhitungkan! Kalau “tidak bisa diperhitungkan” mengapa masih berani diambil sebagai risiko?

    Aku beritahu ya, Ahok punya penggemar yang sangat fantastis, pengikut di IG itu duh.. duuh… hanyalah kulit-kulitnya saja; itulah namanya fruit of kindness dari apa yang telah Ahok lakukan selama ini. Ia telah berhasil membangkitkan semangat, gairah, harapan yang selama ini terkubur, tetapi kemudian hancur oleh kasus mau kawini ABG Korea.

    Isu perceraian adalah satu hal lain yang lebih terkait ke karir politiknya, tetapi isu mau kawini ABG dan bekas pengawal lagi sangatlah amat terkait dengan hati nurani siapapun; “hati nurani siapapun” ini sudah bicara soal “harapan” yang telah ditumbuhkan tadi; itulah harapan; potensi tidak ada gairah yang mengarah ke golput; malas dan muak, jengah dengan perilaku pejabat.

    2) Gak waras, kok calon kehilangan figur dibuang. Kalau ada 40 juta pemilih pemula maka hanya 4 juta saja yang ngefans Ahok maka mereka adalah calon-calon yang kehilangan figur. Mereka tidak bisa digantikan Jokowi. Gimana sih kalau figurnya memang Ahok ya Ahok, seperti seorang anak mengalami fatherless dalam keluarga bangsa yang berantakan maka sejatinya hanya Ahok yang bisa menyembuhkannya dengan cara Ahok kembali jadi ‘ayah’ yang baik.

Jadi, menurutku bukan saatnya lagi partai pengusung membangun harapan di atas rabuk. Buzzer masuk ke IG Ahok menjelma menjadi pendukung mengekskalasi situasi terkini dari Ahok; “Ahok nikahi tuh si korea, dia sangat legit”, “Woi, Ahok jangan mau dengarin yang kontra”; kalau lawan saja memainkan isu Ahok untuk menjatuhkan Jokowi dengan harapan golput naik dari lapak Jokowi dan Ahok masa TKN dan Jokowi jadi penonton? Bagaimana ini…?

Apakah TKN yakin golput terbesar itu bukan dari lapak sendiri atau merasa yakin aduh paling berapa sih yang golput dari lapak sendiri? Para golput itu siapa sih? Kalau golput adalah orang-orang yang tidak mau tahu dengan bangsa ini maka mereka itu adalah ladang suara dan sebagian besar adalah tunas-tunas yang telah berhasil dihidupkan oleh Ahok; itulah potensi yang dibuang oleh Jokowi kalau masih diam.

Katanya orang politik sulit khusyuk berdoa atau trauma karena doa mereka sering tidak dikabulkan; doa memang bukan porsi kalian! Lalu apakah kalian hanya bisa mematung letoi karena “ini masalah pribadi” bro. Dimana sih kecerdasannya orang-orang TKN? Segera rangkul Ahok! Ajak bicara dari hati ke hati. Secara politis ini sangat meneduhkan untuk bangsa dan mengobati luka-luka Ahok.

Sekarang aku beritahu, anggap saja aku salah tidak apa-apa, asal kalian membaca tulisan ini: Kekecewaan Ahok bukan semata karena urusan pribadi! Tolong dicatat! Besar sekali aku menduga dan sangat yakin Ahok telah kecewa dengan Jokowi—Inilah yang sangat tidak manusiawi dimana Jokowi satu kali pun tidak pernah mengunjungi Ahok di penjara dan herannya seorang teroris ABB yang telah membunuh ratusan orang mau dibebaskan dengan alasan kemanusiaan, duh Pak Jokowi, dalam logika juga ada hati tetapi ini logika saja tidak masuk.

Pak Jokowi aku hanya mau ingatkan katanya BAPAK hanya “TUNDUK PADA UU“; inilah mercusuar Bapak yang paling benar dan tepat dan terbaik untuk tidak mudah terjerumus dengan semua bisikan yang telah membuat BAPAK ragu melangkah. Suara “jangan kunjungi Ahok di penjara karena nanti Bapak dinilai pendukung penista agama” adalah kesesatan dari yang paling sesat dari kemanusiaan kita. Seharusnya bisa Bapak abaikan. Politik dan kekuasaan tidak boleh meragukan kemanusiaan kita karena dari sanalah kita meminta petunjuk, jadi bila Bapak tunduk pada UU maka suara-suara itu sangat mudah diabaikan karena UU setahu saya tidak mungkin menghancurkan kemanusiaan. Justru UU dibuat agar kemanusiaan kita lebih baik.

Pendukung selama ini menarasikan “Ahok adalah sahabat baik Jokowi” dan Ahok telah dinilai “sangat rela berkorban untuk Jokowi“, demi apa demi bangsa ini! Ahok sangatlah mencintai bangsa ini. Aminkan 100%. Dalam setiap pesannya, Ahok meminta jangan golput dan tetap mendukung Jokowi, lalu mengapa setelah ia keluar penjara melakukan yang kontradiktif dari itu semua kalau bukan karena kecewa dengan Jokowi?

Anggap saja aku salah lagi, namun mohon perhatikan niat baik dan kegelisahan yang aku tangkap; siapapun yang baca tulisan ini, setelah kalian telaah dan hati kalian tergerak maka beri pengaruh positif, jangan biarkan Ahok makin kacau.

Jangan biarkan kecewa Ahok diselesaikan dengan cara kecewa. Aku bisa merasa Ahok telah dicampakkan dan dibuang oleh Jokowi. Ahok sangat kecewa!!!!

Dengan terpaksa aku mengatakan bahwa Ahok sama sekali tidak bisa dipisahkan dari Jokowi. Mengapa?

  • Pertama, karena kejadiannya berada pada rentang waktu yang sangat dekat, ada tiga hal penting yang tidak bisa dan tidak mungkin dipisahkan dengan mudah dan cepat, yaitu; antara perjuangan waktu pilkada 2017, isu keluar penjara, dan pilpres 2019
  • Kedua, karena perjuangan Ahok merupakan perjuangan Jokowi dan sebaliknya
  • Ketiga, karena Ahok mempunyai pendukung cukup besar, pengamat yang mengatakan kecil aku mau bertanya apakah ia pernah ke lapangan berbulan-bulan meninggalkan keluarga, tidur di lantai, apakah ia pernah menjadi relawan dalam arti yang sesungguhnya?
  • Keempat, karena Ahok mempunyai banyak musuh, ini suatu indikator paling sederhana bahwa Ahok punya kekuataan yang cukup sangat ditakuti; takut karena kuenya terbagi dan takut karena tidak bisa korupsi lagi
  • Kelima, karena Ahok adalah suara hati nurani kita
  • Keenam, karena di pundak Ahok telah diletakkan tunas harapan-harapan itu; mohon jangan kalian buang harapan itu kalau mau menang

@jokowi @basukibtp @basuki_btp_lovers @djarotsaifulhidayat @fifiletytjahajapurnama @nachoseann @nata.decoco17 @sekjenpdiperjuangan @wiranto.official @gracenat @erickthohir

 

PENTING! SEMUA INFORMASI SITUS DILINDUNGI UU. LIHAT SYARAT & KETENTUAN PEMAKAIAN

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.