Blogs

KEBEBASAN ADALAH BAHAN BAKU YANG TELAH DITIUPKAN PADA PROSES PENCIPTAAN MANUSIA DARI SANG PENCIPTA {FREEDOM IS A RAW MATERIAL THAT HAS BEEN SPARKED IN THE HUMAN CREATION PROCESS OF THE CREATOR}

Post Disk

Diskresi

FacebookTwitterLinkedInShare
 

Di dalam dunia ini tidak ada yang bisa begitu-kuat karena yang terlalu-ketat pasti akan mendapatkan perlawanan. Naluri manusia pada dasarnya mengingini kebebasan. Semua yang ada di dalam tubuh kita senantiasa bergerak, sel tubuh berkembang, organ-organ bekerja serta pikiran terus berubah; pergerakan ini menandakan suatu kebebasan. Tubuh manusia terdiri dari 60-80% air namun pernahkah air yang ada di dalam tubuh orang hidup tidak bebas? Jika kebebasan air direnggut maka tempat dimana air berada akan mengalami klimaks kehancuran.

Kematian dalam konteks tubuh adalah kebebasan abadi, tetapi dalam konteks yang lebih dalam terkait beberapa kepercayaan, manusia sesungguhnya tidak pernah bisa benar-benar bebas. Dalam pencarian kebebasannya manusia tetap tidak bisa sepenuhnya bebas walau kematian telah ia tempuh.

Karena lewat kematiannya saja tidak sepenuhnya manusia bisa bebas maka hal ini semakin mengukuhkan bahwa naluri manusia itu bebas. Pemikiran ini telah mempengaruhi bagaimana sesuatu dirancang, baik itu sebuah sistem, model bisnis atau kebijakan-kebijakan. Lupakan yang terlalu sempurna karena kebebasan akan membongkar habis arti kesempurnaan.

Pemikiranku ini kalau mau dicari literaturnya mungkin sudah ada pihak yang mengklaimnya sejak lama dan kukira dunia barat lebih siap mengantisipasinya berdasarkan teori kebebasan. Karena grafik belajar mereka lebih di depan beberapa tahap dibandingkan dunia timur kalau dihitung dari revolusi industri.

Contohnya dalam hal teknologi. Dua puluh tahun lalu tidak ada yang menyangka Yahoo Messenger yang begitu canggih dan aduhai cantik hilang tanpa bekas. Tujuh tahun lalu Yahoo Mail juga masih aktif kita pakai, namun dalam waktu dekat ada kemungkinan besar Yahoo Mail tidak akan menyediakan lagi layanan email. Demikian juga dengan Facebook dan media sosial lain akan terus mengalami diskresi. Twitter sejak 2 tahun lalu tidak menyediakan kalkukasi setiap tweet lagi dan yang masih bertahan menyediakan layanan kalkukasi ini hanya FB. FB telah berhasil menjadikan layanan kalkukasi sebagai produk yang laris manis. Warganet telah masuk dalam suatu rumusan bahwa posting yang banyak dilike, halaman yang banyak diikuti menandakan seseorang hebat, pandai, keren, luar biasa padahal perempuan telanjang juga banyak pengikutnya dan untuk mendapatkan pengikut telah menjadi sebuah bisnis jasa yang menjanjikan. Walaupun begitu, suatu hari itu semua akan mengalami diskresi juga.

Diskresi manusia atau kebebasan manusia mengambil keputusan dari satu situasi ke situasi lain aku analisa mengalami pelonggaran serta lebih rentan berubah. Fenomena ini telah dimulai sejak dua puluh tahun lalu. Hal ini semakin membuktikan manusia semakin haus kebebasan.

Dunia bisnis adalah pihak yang paling cepat melakukan kalkukasi terkait teori kebebasan. Sehebat apapun penjualan online oleh merchant mitra, mereka tetap mengantisipasinya dengan membuka jalur online store sendiri seperti Unilever karena kebebasan pasti akan dicari. Pelanggan akan sangat mudah berpindah dari satu merchant ke merchant lain sementara siapa yang bisa mempertahankan bisnis merchant selain mereka tidak bangkrut walau produsen Unilever memberi hak khusus. Dalam teori kebebasan tidak ada yang bisa menghambat apalagi menghentikan diskresi.

Teori ini juga berlaku terhadap setiap usaha untuk mengkhilafakan dunia dengan syariat Islam tidak akan pernah berhasil sampai kapan pun termasuk juga ingin mengkristenkan semua umat manusia atau apapunlah yang nilainya tidak sebanding dengan sifat ke-universal-an. Mungkin ini menjadi berita gembira bagi kelompok New Age dan pegiat slow food, aktivis back to nature atau penggerak pertanian organik, karena akan semakin menemukan momentumnya. Perjuangan mereka tidak bertentangan dengan esensi kebebasan itu sendiri.

Kebebasan adalah bahan baku yang telah ditiupkan pada proses penciptaan manusia dari sang pencipta dan pelajaran tentang kehidupan sebenarnya melulu soal pembebasan, jadi apapun yang kelak akan kita lakukan kurang harus mendekati atau merupakan citra bahan baku itu sendiri. Tanda kebebasan dalam konteks psikologis jiwa menjadi longgar, ada keriangan atau dalam konteks agama ada proses menalarkan Tuhan. Proses-proses ini tidak menghilangan unsur-unsur pembentuk kemanusiaannya. Jadi sangat aneh sekali kalau ada agama yang tidak memperkenankan umatnya bertanya yang tertulis di dalam kitab suci lalu darimana iman itu tumbuh?

Sejak dalam kandungan manusia sudah berusaha untuk bebas dari rahim ibunya. Secara naluri bayi dalam kandungan sudah ditanam sifat seorang pejuang kebebasan. Naluri yang paling purba yang masih dimiliki manusia adalah berusaha bertahan untuk hidup karena semata demi kebebasan.

Kalau ia lahir ia berusaha membebaskan tubuh, setelah dewasa ia berusaha membebaskan jiwa, maka kalau ia mau mati tidak ada pilihan ia harus berusaha membebaskan roh.

 

PENTING! SEMUA INFORMASI SITUS DILINDUNGI UU. LIHAT SYARAT & KETENTUAN PEMAKAIAN

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.